Pemuda Masjid Dunia Hadiri ASEAN Countries Conference in Cambodia 2026

Pemuda Masjid Dunia Hadiri ASEAN Countries Conference in Cambodia 2026

PHNOM PENH, KAMBOJA — Pemuda Masjid Dunia turut menghadiri ASEAN Countries Conference in Cambodia 2026, sebuah forum internasional yang mempertemukan berbagai tokoh dan pemimpin Muslim dari sejumlah negara ASEAN dan dunia.

Kegiatan yang merupakan kerja sama antara Kerajaan Arab Saudi dan Kerajaan Kamboja tersebut berlangsung pada 5–7 Oktober 2026 di Hotel Shangri-La, Kamboja. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat dialog, kerja sama, serta membangun komitmen bersama dalam menciptakan perdamaian dan keharmonisan antarbangsa.

Rombongan Pemuda Masjid Dunia dipimpin langsung oleh Presiden Pemuda Masjid Dunia, Datok Habib Said Aldi Al Idrus. Kehadiran delegasi tersebut menjadi bagian dari kontribusi generasi muda Muslim dalam membangun hubungan internasional yang lebih konstruktif serta memperkuat peran Islam dalam mendorong perdamaian dunia.

Dalam konferensi tersebut, Datok Habib Said Aldi Al Idrus menyerukan pentingnya membangun perdamaian dunia dengan mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, toleransi, persaudaraan, dan penghormatan terhadap perbedaan.

“Islam adalah agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam. Karena itu, pemuda Muslim harus menjadi bagian dari solusi dan menjadi pelopor perdamaian, persaudaraan, serta kemanusiaan di tengah masyarakat dunia,” ujar Datok Habib Said Aldi Al Idrus.

Menurutnya, tantangan dunia saat ini membutuhkan keterlibatan generasi muda dari berbagai negara untuk membangun komunikasi dan kerja sama lintas agama, budaya, dan bangsa.

Forum ASEAN Countries Conference in Cambodia 2026 juga diharapkan dapat memperkuat hubungan antara negara-negara ASEAN, khususnya dalam membangun masyarakat yang damai, inklusif, dan saling menghormati.

Kehadiran Pemuda Masjid Dunia dalam forum internasional tersebut sekaligus menegaskan komitmen untuk terus mengambil bagian dalam berbagai agenda global, khususnya dalam memperjuangkan perdamaian dunia, persaudaraan umat manusia, serta mewujudkan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin.

“Pemuda Muslim harus hadir bukan hanya sebagai penonton perubahan, tetapi sebagai bagian dari generasi yang membangun masa depan dunia yang lebih damai, adil dan berkeadaban,” tegasnya