Asosiasi MBG Terpencil Nusantara: Dapur Terpencil Harus Mendapat Perhatian yang Sama

Asosiasi MBG Terpencil Nusantara: Dapur Terpencil Harus Mendapat Perhatian yang Sama

Jakarta, 24 Juli 2026 – Asosiasi MBG Terpencil Nusantara menegaskan bahwa pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) harus memberikan perhatian yang setara kepada seluruh skema Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), termasuk SPPG Terpencil yang dibangun untuk menjangkau wilayah dengan akses geografis yang sulit.

Asosiasi menjelaskan bahwa implementasi Program MBG mengenal tiga skema pembangunan SPPG, yaitu SPPG Aglomerasi di kawasan perkotaan, SPPG 3T untuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar, serta SPPG Terpencil sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, yang ditujukan bagi daerah dengan hambatan geografis tinggi meskipun tidak seluruhnya berstatus sebagai wilayah 3T.

Menurut Asosiasi, masih banyak daerah di Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan wilayah lainnya yang bukan termasuk kategori 3T, namun memiliki tingkat kesulitan akses yang sangat tinggi. Masyarakat di wilayah tersebut masih harus menempuh perjalanan berjam-jam melalui sungai, pegunungan, maupun jalan yang rusak untuk mendapatkan layanan dasar.

Ketua Harian Asosiasi MBG Terpencil Nusantara, Alya, mengatakan tantangan tersebut dirasakan langsung saat membangun SPPG Terpencil di Sulawesi Barat. Distribusi material harus melewati medan yang berat dengan akses logistik yang terbatas, sehingga pembangunan membutuhkan biaya, waktu, dan tenaga yang jauh lebih besar dibandingkan wilayah dengan akses normal.

"SPPG Terpencil dibentuk agar anak-anak Indonesia yang tinggal di wilayah paling sulit dijangkau tetap memperoleh hak yang sama atas makanan bergizi. Tidak boleh ada kesenjangan pelayanan hanya karena faktor geografis," ujar Alya.

Asosiasi MBG Terpencil Nusantara berharap pemerintah memberikan perhatian yang sama terhadap SPPG Terpencil yang telah selesai dibangun dan kini siap beroperasi. Dengan dukungan kebijakan dan percepatan operasional, Program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat menjangkau seluruh pelosok Indonesia secara adil, sehingga tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal hanya karena tinggal di daerah terpencil.