Investor SPPG Terpencil Berharap Kepemimpinan Baru BGN Hadirkan Kepastian

Investor SPPG Terpencil Berharap Kepemimpinan Baru BGN Hadirkan Kepastian
SPPG Terpencil Lengkap Pagar Siap Beroperasi

akarta, 24 Juli 2026 – Pelantikan Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) membawa harapan baru bagi ribuan investor dan pelaksana SPPG Terpencil yang hingga kini masih menunggu kepastian dari pemerintah.

Harianto Albarr, pelaksana pembangunan SPPG Terpencil di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat,  mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai penyelesaian pembayaran atas pembangunan yang telah dilaksanakan.

"Kami membangun karena percaya pada Program Makan Bergizi Gratis. Namun hingga hari ini belum ada kepastian pembayaran. Utang material menumpuk, upah tukang belum terbayar, sementara kami terus menanggung beban di lapangan. Kami berharap jangan sampai investor SPPG Terpencil menjadi korban ketidakpastian," ujar Harianto Albarr.

Sebagai wadah perjuangan bersama, para pelaksana telah membentuk Asosiasi MBG Terpencil Nusantara. Berdasarkan pendataan asosiasi, saat ini terdapat sekitar 5.925 SPPG Terpencil yang masih dalam proses pembangunan, dan sebagian besar telah siap beroperasi namun masih menunggu kepastian dari pemerintah.

Asosiasi berharap di bawah kepemimpinan Sudaryono, Badan Gizi Nasional segera membuka ruang dialog dan memberikan kepastian agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan sesuai harapan tanpa mengorbankan para pelaksana yang telah lebih dahulu berinvestasi untuk negeri.