Pertemuan Presiden dan 64 Tokoh Islam
Sudarnoto Abdul Hakim
Ketua MUI Bid Hublu dan Kerjasama Internasional
Saya bersyukur dan senang presiden mengundang tokoh-tokoh Islam di istana. Ini membuka komunikasi yang baik antara presiden dengan masyarakat. Saya memang tidak bisa menyembunyikan Kehawatiran saya kalau komunikasi antara penerintah dengan masyarakat luas tidak dilakukan apalagi menyangkut soal yang sungguh sangat penting yaitu BoP dan keterlibatan indonesia di dalamnya. Tidak adanya komunikasi ini bisa menmbulkan masalah serius di dalam negeri.
Saya tidak ingin terjadinya keterbelahan, kesenjangan antara pemerintah dan masyarakat. Karena itu saya senang, bersyukur atas keputusan presiden untuk mengundang para tokoh kunci hari ini. Semoga membushkan hasil yang benar benar memberikan manfaat bagi national interest kita, palestina dan global peace and judtice.
Terjait dengan itu saya sangat berharap kepada semua tokoh umat untuk memanfaatkan momentum pertemuan ini dengan menyampaiksn pandangan jujur dan kritis terkait dengan BoP dan keterlibatan Indonesia dalam BoP.
Hal ini sabgat penting agar komitmen indonesia dalam membela mewujudkan kemerdekaan pakestina dan dihukumnya Israel karena kejahatannya dilakukan melalui jalan diplomatik, politik yang sejalan dengan amanah pembukaan UUD 1945 dan tidak bertentangan dengan hukum internasional.
Perwujudan perdamaian dan keadilan sangat urgen, buksn hanya perdamaian dalam pengertian penghentian perang atau kontak senjata. Keadilan harus dibuktikan. Dan Trumph gagal membuktikan keadilan ini, nyatanya pasca penandatabganan BoP pembunuhan masih dilskukan oleh Israel.
Isu global peace and justice ini hemat saya fundamental yang saat ini justru diporak porandakan oleh rezim amerika. Sebagai negara cinta damai, pejuang kemerdekaan dan penghapus penjajahan, indonesia harus tetap kokoh, konsisten dengan sikap bela Palestina untuk kemerdekaan Palestina dan untuk menghapus penjajahan termasuk yang dilakukan Israil dan didukung AS.
Ketidakadilan harus dilawan dengan berbagai cara yang beradab termasuk mengembangkan dan memperkuat diplomasi yang bermartabat. Indonesia dengan nilai nilai luhur pancasila berpeluang besar untuk menunjukkan kemampuannya mengembangkan diplomasi bermartabat ini sebagaimana yang sudah ditunjukkan sepanjang sejarah indonesia.
Tentu saya sangat berharap pertemuan presiden dan tokoh-tokoh Islam membbuahkan hasil konstruktif untuk national interest dan untuk Gaza dan Palestina. Tentu juga untuk perdamaian dan keadilan. Para tokoh Islam pun juga memikiki peluang yang baik untuk memandang persoalan ini secara kritis. Terima kasih Presiden, insya Allah kami selalu membersamai untuk perjuangan kemerdekaan Palestina dan penghapusan penjajahan termasuk israel.